#WhoIsMuhammad

When a man has a billion and a half followers,
His status in history isn’t debated,
A question to be asked then,
why is the greatest man, when great men are rated..
the one that you don’t know…

His name is the most popular in the world, (true prophet— their prophecies must come true)
His fame, encompasses the globe,
His message, was to worship God alone,
His method, was mercy to friend and foe,
Why is it that you don’t know?

He was the orphan, Prophet and shepherd,
sent to revive hearts— lifeless as deserts,
Ties of kinship that were severed,
His forbearance could not be measured,
And he is so loved..
you would love him too..
if you only knew..

He was the father who’s face lit up when his daughter entered the room,
would stand and seat her where he was seated,
He was the husband who would move an army ahead so he could foot race his wife,
and smile charmingly when defeated,
He was the prophet who told us that heaven is at the feet of our mother,
And to be equal in our love of ourselves and our love of our brother,
His companions were Arab, Jewish, Persian, Roman and Black,
He told us were the same, for we all came from Adam, in fact,
if there was any difference it would simply be,
the one higher in the sight of God, is the one with more piety,

He is the most documented figure in history,
His walk, his talk, his statements his thoughts,
How he loved and fought, what he was and was not,
Everything that he taught,
is there for you to read..

He was the man who had the world at his feet
But would go days without food to eat,
Loved the poor, and the meek,
God was all that he would seek,

Enrich your heart, and find out about the best person that you don’t know

#Muhammad ṣallallāhu ‘alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him)

Husnuzhan Pun Perlu Ilmu

Husnuzhan perlu ilmu

Belum tibakah masa untuk mengambil pelajaran? Tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan dan mempercayai. Tidak pula berlamban-lamban. Janganlah karena ingin husnuzhan, lalu mengabaikan pentingnya memeriksa. Jangan pula karena husnuzhan, lalu hilang kehati-hatian dan kecermatan. Bahkan terhadap yang sangat kita percayai pun, tatsabbut itu penting.

Sesungguhnya, husnuzhan tanpa ilmu adalah kebodohan yang sangat besar. Ia menjerumuskan sejauh-jauhnya dari kebaikan bersebab mempercayai orang fasik. Husnuzhan itu ditetapkan pada orang-orang yang memang dikenal kebaikannya sebagaimana pada kasus haditsul ifk. Bukan terhadap orang fasik.

Mari kita renungi kembali firman Allah Ta’ala dalam Al-Qur’anul Kariim seraya mengingat asbabun nuzul agar tak salah kaprah soal husnuzhan.

ﻟَّﻮْﻻَٓ ﺇِﺫْ ﺳَﻤِﻌْﺘُﻤُﻮﻩُ ﻇَﻦَّ ٱﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﻭَٱﻟْﻤُﺆْﻣِﻨَٰﺖُ ﺑِﺄَﻧﻔُﺴِﻬِﻢْ ﺧَﻴْﺮًا ﻭَﻗَﺎﻟُﻮا۟ ﻫَٰﺬَآ ﺇِﻓْﻚٌ ﻣُّﺒِﻴﻦٌ

“Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukmin dan mukminah tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata, “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata.” (QS. An-Nuur ,24: 12).

Tidakkah engkau perhatikan kaidah husnuzhan itu?

Bagaimana jika seseorang itu tidak diketahui keadaan pribadinya? Tidak mendukung, tidak memastikan kebaikannya dan tidak pula keburukannya.

Kita perlu berhati-hati dalam menerima berita. Bahkan tak mudah takjub oleh yang tampak gegap gempita. Belajarlah dari kasus Masjid Dhirar agar tak mudah takjub terhadap yang tampak baik:

ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮٓا۟ ﺇِﻥ ﺟَﺎٓءَﻛُﻢْ ﻓَﺎﺳِﻖٌۢ ﺑِﻨَﺒَﺈٍ ﻓَﺘَﺒَﻴَّﻨُﻮٓا۟ ﺃَﻥ ﺗُﺼِﻴﺒُﻮا۟ ﻗَﻮْﻣًۢﺎ ﺑِﺠَﻬَٰﻠَﺔٍ ﻓَﺘُﺼْﺒِﺤُﻮا۟ ﻋَﻠَﻰٰ ﻣَﺎ ﻓَﻌَﻠْﺘُﻢْ ﻧَٰﺪِﻣِﻴﻦَ 

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujuurat, 49: 6).

Perhatikan, terhadap orang fasik harus hati-hati.

Jadi, husnuzhan pun tidak asal. Apalagi menyebabkan kita serampangan mengambil berita, lalu menyerahkan kepercayaan sepenuhnya.

sumber: Mohammad Fauzil Adhim

Membuat bulletin jumat sederhana dengan Scribus

Latar Belakang 


Awal mula keinginan pembuatan media bulletin jumat ini bermula ketika saya dimutasikan untuk bertugas di Karanganyar, Jawa Tengah, yang kebetulan hanya sekitar satu jam perjalanan dari kampung halaman di Klaten. Semua berawal pas kebetulan waktu itu ramadhan 2013 yang lalu, dimana situasi dan kondisi masjid yang masih ala kadarnya, tanpa adanya susunan pengurus yang jelas. Singkat kata setelah inisiatif bersama, maka dibentuklah wadah sederhana takmir masjid, dan kebetulan saya didapuk menjadi Seksi Kegiatan bersama teman sepermainan saya, Bejo – bukan nama sebenarnya-, dan dirasa masjid ini perlu suatu media pembelajaran umat yang cocok untuk kondisi saat ini, yaitu bulletin atau majalah dinding.

Tetapi aplikasi apa yang halal yang bisa dipakai untuk membuat proyek kami ini? Seraya mengingat-ingat apa yang pernah disharingkan oleh salah seorang rekan di Komunitas Linux Madiun, mas Henry yang secara tidak langsung kurang lebih, “Bagaimana bisa dakwah untuk mengajak orang menuju kebenaran tapi dilakukan dengan program bajakan?” Dan akhirnya saya teringat aplikasi open source ini.

Bahan-bahan
  • Aplikasi penerbitan Scribus
Kebetulan aplikasi Scribus ini open source, jadi ga butuh crack atau serial number, dan lintas OS juga, baik Windows, Linux ataupun MacOS. Versi portablenya juga bisa diunduh di sini: http://kambing.ui.ac.id/portableapps/Scribus%20Portable/
  • Artikel menarik dan niat yang tulus

Bisa dicari di google atau dari buku-buku perpustakaan, untuk niat kembali ke hati masing-masing.

Cara Meracik

Terus terang ini kali pertama saya membuat bulletin dengan bantuan Scribus, sehingga mau tak mau kudu gugling juga cara pengerjaannya. Dan kebetulan juga saya ini seorang yang bertipe belajar visual (kata istri & seorang Widyaiswara) maka saya mencarinya di Youtube. Dan inilah video tutorial yang saya pakai sebagai referensi pembuatan bulletin jumat edisi pertama masjid Al Hidayah.

Dan kebetulan juga buletin yang saya buat itu berlipat tiga, jadi hampir seluruhnya saya mencontoh tutorial di atas. Sekian dan selamat mencoba. Salam open source.